Anda pernah duduk diam di sofa, terdiam merenung dengan perasaan yang stres, lelah, atau kalah? Saya sering. Pertanyaan penting hari ini adalah… apakah kita merasa demikian sehingga menghempaskan tubuh di sofa, atau Anda merasa demikian karena menghempaskan tubuh di sofa?
Selama ini saya selalu menekankan dalam setiap pelatihan hipnosis dan NLP, bahwa tubuh dan pikiran kita terhubung lebih erat daripada yang kita duga. Sedemikian terhubungnya, pikiran dan tubuh kita adalah satu unit yang sama. Bukan saja pikiran kita mempengaruhi tubuh, namun posisi dan gerak tubuh juga sangat berpengaruh pada apa yang kita pikirkan.
Tapi baru pagi ini saya menemukan penelitian terbaru yang mengungkap keterhubungan itu dengan sangat ekstensif. Pablo Brinol menuliskan rangkuman dari 20 penelitian terpisah itu dengan judul Embodied Persuasion. Dinyatakan di sana bahwa perilaku tubuh seseorang dapat memberikan pengaruh pada sikap mental dan keputusan yang mereka ambil.
“In fact, our bodies can provide us with valuable information in many cases (e.g., elevated heart rate and stomach butterflies when encountering a person informs us that we like that person). However, if people believe that their judgments are somehow being biased or influenced by their bodily actions and do not want this to occur, they may adjust their judgments in a direction opposite to the expected bias.“
Berikut adalah poin-poin penting yang saya sarikan dari tulisan yang sangat panjang tersebut:
1. Ketika kita menampilkan senyuman, kita akan merasa lebih bahagia dan melihat keadaan dengan lebih ringan, dibandingkan ketika kita menutup bibir dan cemberut.
2. Ketika kita menganggukan kepala, kita cenderung lebih menyukai sesuatu dibandingkan ketika kita menggelengkan kepala.
3. Kita cenderung menyetujui sebuah tawaran ketika menyimaknya sambil menganggukkan kepala dibandingkan sambil menggelengkan kepala.
4. Sekelompok partisipan memegang sebuah pulpen dengan gigi mereka (yang serupa ekspresi tersenyum), sementara kelompok lainnya memegang pulpen dengan bibir mereka (yang serupa ekspresi cemberut. Kedua kelompok melakukan hal tersebut sambil menonton sebuah film kartun yang sama dan setelah selesai ditanyakan tentang seberapa lucu tayangannya. Sekalipun sama sekali tidak mengerti maksud tujuan penelitian ataupun bahwa dua tindakan itu memberikan dua otot ekspresi yang berbeda, namun kelompok yang pertama cenderung menilai film kartun itu lebih lucu dibandingkan kelompok yang kedua.
5. Kita cenderung mengambil sebuah kesimpulan berdasarkan ritme tubuh, mis. lebih menyukai seseorang atau sebuah benda karena merasakan jantung yang berdebar-debar.
6. Dalam situasi romansa, pasangan yang sering bertukar pandangan saling menatap mata akan merasa lebih tertarik dan intim satu sama lain.
7. Para pencuci otak dalam sekte (atau agama, kelompok bisnis, ideologi yayasan) apapun biasanya akan melibatkan penempaan fisik tertentu pada calon kandidat mereka, seperti dibuat lapar (dalam ritual berpuasa), menggunakan obat-obatan, disiksa, mengganti segi penampilan fisik (pakaian, postur, gaya rambut), dsb. Hal-hal tersebut akan membuat pikiran kandidat mereka terbuka terhadap sugesti apapun yang ingin disampaikan oleh pemimpin sekte.
8. Ketika menghempaskan tubuhnya ke kursi atau sofa, seseorang cenderung merasakan atau terbayang akan penurunan dalam rasa harga diri ataupun kinerja penampilannya.
9. Menuliskan sebuah pernyataan dengan tangan yang dominan (biasa untuk menulis, biasanya kanan) akan membuat kita semakin percaya akan hal tersebut. Sebaliknya menulis pernyataan dengan tangan non dominan (tidak biasa untuk menulis, biasanya kiri) akan membuat kita sulit percaya atau menyakini apa yang kita tulis tersebut.
Saya sangat tertarik dengan poin yang terakhir di atas karena kita bisa langsung mempraktekkannya sekarang juga. Jika Anda berminat, ambil selembar kertas dan pulpen sekarang juga!
Tuliskan hal-hal positif yang Anda pikirkan tentang diri Anda dengan tangan kanan (atau tangan dominan), lalu tuliskan hal-hal negatif yang Anda pikirkan tentang diri Anda dengan tangan kiri (atau tangan non dominan).
Rasakan ‘racun’ itu mulai bekerja dan membuat Anda merasa lebih baik.
Mengaplikasikan entri tempo hari, ini manipulasi yang menyenangkan, bukan?
Salam revolusi cinta,
Lex dePraxis
http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/08/11/bagaimana-tubuh-mempengaruhi-pikiran-kita/
Minggu, 04 April 2010
Jumat, 26 Maret 2010
musuh cinta bukan penghianatan.., tapi kebosanan..
Kata Sir Cecil Beaton: ”Barangkali kejahatan terbesar kedua di dunia adalah kebosanan, dan yang nomor satu: menjadi orang yang membosankan!” Kebosananlah, bukan yang lain, yang menjadi virus penghancur hampir seluruh bentuk hubungan antarmanusia, membuat mimpi padam sebelum waktunya, memaksa orang mati sebelum ajalnya.
Bahkan waktu, sesuatu yang begitu presisi dan konsisten, bisa melambat bila sudah dijalari kebosanan. Jarum jam jadi lebih malas berputar, dan detaknya yang begitu lirih, bisa memekakkan telinga.
Konon manusia diciptakan, juga buah dari kebosanan dewa-dewa. Sesuatu yang kemudian mereka sesali, karena ternyata ciptaan itu menyumbangkan kerusakan di jantung semesta. :D
*****
Pernah Anda bingung, melihat lelaki yang mengkhianati istri atau kekasihnya, yang kelihatannya begitu sempurna: cantik, pinter, pokoknya segalanya yang membuat dia menjadi impian setiap lelaki deh.
Pas ditanya, dengan entengnya tuh cowok bilang, “Sapa bilang sop buntut ngga enak. Tapi sesekali pengen juga makan ikan asin pake sambel terasi.”
See? Jawaban yang menyebalkan itu juga membawa pesan tentang kebosanan. Kadang, seorang lelaki tidak bisa memberikan alasan yang kuat, bahkan alasan apapun, untuk berkhianat.
Perempuan juga pernah sih, tapi frekuensinya jauh lebih kecil. Nah, jadi keinget: perempuan bukannya punya karakter lebih setia dari pria, tetapi Tuhan tampaknya memberikan kemampuan lebih kepada wanita untuk menghadapi kebosanan.
Buktinya, mereka nyaman aja tuh membawa janin di kandungannya selama 9 bulan penuh, sementara laki-laki, menggendong setengah jam aja udah ngeluh. Perempuan juga bisa betah di rumah untuk masa yang lebih panjang dari pria, yang satu hari saja sudah gelisah mau keluar rumah.
Jadi, cara mencegah lelakimu berselingkuh bukanlah dengan melakukan pengawasan melekat, atau bahkan menanamkan sebuah chip di dompetnya, sehingga kau bisa melacak keberadaannya dengan GPS. Tapi temukan faktor yang membuatnya bosan. Kalau ternyata faktor itu adalah kamu sendiri, :D ya udahlah… Kau sudah menyerahkan diri kepada seseorang yang tidak bisa menghargainya, dan dengan demikian, tidak layak mendapatkannya.
http://nesia.wordpress.com/2008/03/14/seperti-ngeblog-musuh-1-cinta-bukan-pengkhianatan-tapi-kebosanan/
Bahkan waktu, sesuatu yang begitu presisi dan konsisten, bisa melambat bila sudah dijalari kebosanan. Jarum jam jadi lebih malas berputar, dan detaknya yang begitu lirih, bisa memekakkan telinga.
Konon manusia diciptakan, juga buah dari kebosanan dewa-dewa. Sesuatu yang kemudian mereka sesali, karena ternyata ciptaan itu menyumbangkan kerusakan di jantung semesta. :D
*****
Pernah Anda bingung, melihat lelaki yang mengkhianati istri atau kekasihnya, yang kelihatannya begitu sempurna: cantik, pinter, pokoknya segalanya yang membuat dia menjadi impian setiap lelaki deh.
Pas ditanya, dengan entengnya tuh cowok bilang, “Sapa bilang sop buntut ngga enak. Tapi sesekali pengen juga makan ikan asin pake sambel terasi.”
See? Jawaban yang menyebalkan itu juga membawa pesan tentang kebosanan. Kadang, seorang lelaki tidak bisa memberikan alasan yang kuat, bahkan alasan apapun, untuk berkhianat.
Perempuan juga pernah sih, tapi frekuensinya jauh lebih kecil. Nah, jadi keinget: perempuan bukannya punya karakter lebih setia dari pria, tetapi Tuhan tampaknya memberikan kemampuan lebih kepada wanita untuk menghadapi kebosanan.
Buktinya, mereka nyaman aja tuh membawa janin di kandungannya selama 9 bulan penuh, sementara laki-laki, menggendong setengah jam aja udah ngeluh. Perempuan juga bisa betah di rumah untuk masa yang lebih panjang dari pria, yang satu hari saja sudah gelisah mau keluar rumah.
Jadi, cara mencegah lelakimu berselingkuh bukanlah dengan melakukan pengawasan melekat, atau bahkan menanamkan sebuah chip di dompetnya, sehingga kau bisa melacak keberadaannya dengan GPS. Tapi temukan faktor yang membuatnya bosan. Kalau ternyata faktor itu adalah kamu sendiri, :D ya udahlah… Kau sudah menyerahkan diri kepada seseorang yang tidak bisa menghargainya, dan dengan demikian, tidak layak mendapatkannya.
http://nesia.wordpress.com/2008/03/14/seperti-ngeblog-musuh-1-cinta-bukan-pengkhianatan-tapi-kebosanan/
yang ini bukan cinta namanyaa.., tapii...
Banyak pujangga, penyair malah sampai kepada profesor mencoba mendefinisikan berbagai macam arti cinta. dan disaat mereka sibuk mengartikan berbagai makna dan arti cinta, kebanyakan dari kita telah menyadari dan tahu bahwa cinta itu memegang peranan sangat penting dalam kehidupan ini, cinta adalah pondasi utama dalam membangun sebuah hubungan. Tanpa adanya cinta, kita sebagai makhluk hidup di bumi ini tidak mungkin bertahan dalam kehidupan ini.
Lalu, apakah sebenarnya cinta itu? Yang pasti Cinta Bukanlah hal-hal seperti point di bawah ini:
Manipulasi.
Anda pasti pernah mendengar kata-kata seperti ini “Jika kamu mencintai aku, maka kamu harus …” tak diragukan lagi, itu bukanlah cinta tapi tak lebih hanya sekedar manipulasi dan keinginan yang berlebihan dari satu pihak.
Mencoba Mengubah Kita
“Kamu itu harus lebih atletis, lebih macho, terus berpakaian yang rapi jangan acak-acakan begitu, gaya bicara kamu harus dirubah, jangan kebanyakan maen game, nggak usah bergaul dengan teman-teman kamu yang norak dan kampungan itu, terus juga kamu mesti…. bla… bla…bla” Tak perlu bertanya lagi, itu bukan Cinta. Seseorang yang mencintai kita, tidak akan pernah menyuruh kita untuk berubah menjadi orang lain atau menjadi seseorang dalam khayalannya. Seseorang yang benar-benar memiliki cinta, akan menerima kita, sesuai dengan apa dan siapa diri kita yang sesungguhnya.
Kekerasan
Sebuah hubungan yang penuh kekerasan fisik atau kekerasan emosional seperti kata-kata kasar, penindasan atau eksploitasi, Itu bukan Cinta tapi nafsu yang membabi buta.
http://www.tasikisme.com
Lalu, apakah sebenarnya cinta itu? Yang pasti Cinta Bukanlah hal-hal seperti point di bawah ini:
Manipulasi.
Anda pasti pernah mendengar kata-kata seperti ini “Jika kamu mencintai aku, maka kamu harus …” tak diragukan lagi, itu bukanlah cinta tapi tak lebih hanya sekedar manipulasi dan keinginan yang berlebihan dari satu pihak.
Mencoba Mengubah Kita
“Kamu itu harus lebih atletis, lebih macho, terus berpakaian yang rapi jangan acak-acakan begitu, gaya bicara kamu harus dirubah, jangan kebanyakan maen game, nggak usah bergaul dengan teman-teman kamu yang norak dan kampungan itu, terus juga kamu mesti…. bla… bla…bla” Tak perlu bertanya lagi, itu bukan Cinta. Seseorang yang mencintai kita, tidak akan pernah menyuruh kita untuk berubah menjadi orang lain atau menjadi seseorang dalam khayalannya. Seseorang yang benar-benar memiliki cinta, akan menerima kita, sesuai dengan apa dan siapa diri kita yang sesungguhnya.
Kekerasan
Sebuah hubungan yang penuh kekerasan fisik atau kekerasan emosional seperti kata-kata kasar, penindasan atau eksploitasi, Itu bukan Cinta tapi nafsu yang membabi buta.
http://www.tasikisme.com
cinta itu tidak terlihat..
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ,ketika kita menangis ,ketika kita membayangkan ? Itu karena hal terindah di dunia ini TIDAK TERLIHAT…
Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan. Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan… Tapi ingatlah…melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari…dan mereka yang telah mencoba. Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka…
CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia,
adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’.
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu… biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI.
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, kamu TIDAK perlu mati bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang, MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihanan kehidupan yang telah kau buat.
MENCINTAI…
BUKANlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN, BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu MENGERTI, BUKANlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu RASAKAN,
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu BERTAHAN.
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu-sedu.
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang..
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang…LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri.
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita, MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia, jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar-benar mencintai.
MELAINKAN…BERJUANGLAH demi cintamu.
Itulah CINTA SEJATI.
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang ‘yang tersedia’. Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.
http://xtra-sunny.blogspot.com
Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan. Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan… Tapi ingatlah…melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari…dan mereka yang telah mencoba. Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka…
CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia,
adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’.
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu… biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI.
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, kamu TIDAK perlu mati bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang, MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihanan kehidupan yang telah kau buat.
MENCINTAI…
BUKANlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN, BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu MENGERTI, BUKANlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu RASAKAN,
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu BERTAHAN.
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu-sedu.
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang..
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang…LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri.
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita, MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia, jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar-benar mencintai.
MELAINKAN…BERJUANGLAH demi cintamu.
Itulah CINTA SEJATI.
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang ‘yang tersedia’. Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.
http://xtra-sunny.blogspot.com
artikel : cinta..
Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…
Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.
Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.
Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.
Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…
Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.
Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.
Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.
Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…
Langganan:
Postingan (Atom)
